Klasemen MotoGP 2019: Marquez Kukuh di Puncak dan Persembahkan Kemenangan ke-300 untuk Honda

Seri MotoGP Prancis tahun 2019 mengirimkan pesan yang kuat kepada Marc Márquez atas nama pengendara motor Ducati Desmosedici GP.

Hasil akhir pertama di Sirkuit Le Mans, pada Minggu (19/5), secara otomatis mengkonfirmasi posisi Márquez di bagian atas klasifikasi, dengan total koleksi 95 poin. Tetapi ini tidak berarti tanpa tekanan.

Andrea Dovizioso, yang sangat sulit untuk merusak posisi pertama. Final kedua, di mana Dovizioso mengambil posisi kedua klasemen dengan total 87 poin, setelah sementara ditempati oleh Alex Rins setelah kemenangan di Jerez.

Perbedaan 8 poin antara Márquez dan Dovizioso dengan jelas menggambarkan bahwa potensi maksimum klasifikasi MotoGP masih terbuka untuk berubah.

Selain itu, pengembangan kekuatan GP Desmosedici sangat penting musim ini. Tidak hanya di mesin, tetapi juga yang non-teknis.

Tentu saja, fakta di Grand Prix Perancis di mana tiga pembalap Ducati bisa datang setelah Márquez. Baik duo tim pabrik Ducati, Dovi dan Danilo Petrucci dan tim satelit: Pramac Ducati, Jack Miller.

Sementara itu, Alex Rins, yang dideportasi oleh Dovizioso, kini berada di tempat keempat. Valentino Rossi mengisi dan pergi ke Petrucci.

Marc Márquez (Repsol Honda) langsung mendominasi balapan ke bendera final perlombaan MotoGP Prancis, Minggu (19/5).

Kemenangan Márquez di Grand Prix Perancis, serta hadiah khusus untuk Honda untuk catatan kemenangan ke 300, setelah Argentina dan Jerez.

Sejak awal lomba, Baby Aliens telah menjauhkan diri dari pembalap yang mengikutinya. Meskipun tekanan yang diberikan oleh pengendara Ducati, Jack Miller, ini hanya terjadi dalam beberapa putaran dan keduanya bergiliran. Sampai pemimpin lomba diambil oleh Marquez.

Menariknya, tiga pembalap di belakang Márquez adalah pembalap Ducati.

Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci tampaknya menyajikan pertempuran berapi-api dan memamerkan kekuatan balap Desmosedici.

“Ini pertarungan yang mengasyikkan, meskipun saya masih tidak senang, masalahnya adalah saya selalu ragu memilih ban, jadi saya tidak bisa didorong ke batas, sementara Márquez sangat cepat.” kata Dovizioso setelah lomba.

Tidak diragukan lagi, Dovizioso mengambil tempat kedua dan berbagi dengan Petrucci di podium ketiga. Sementara Miller, yang berada di depan, sebenarnya jatuh ke tempat keempat

Indonesia Serius Berusaha menjadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Erick Thohir, sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sangat serius berusaha untuk menjadi tuan rumah pada Olimpiade 2032 nanti. Hal tersebut semakin nampak saat Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyempatkan diri bertemu dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional, (IOC), Thomas Bach di Markas IOC, Laussane.

Pertemuan tersebut digelar setelah Jusuf Kalla menghadiri dan menjadi pembicara pada event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, yan dilangsungkan di Jenewa, Swiss. Dalam pertemuan yang ikut dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, ibu Puan Maharani dan juga Duta Besar RI di Swiss Bapak Muliaman D Hadad. Wapres RI, Bapak Jusuf Kalla pada kesempatan itu menyampaikan hasrat Indonesia untuk masuk dalam bursa pencalonan sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia 2032 mendatang.

Sebelumnya, yaitu pada tanal 11 Februari lalu, Presiden RI, Bapak Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi telah menyerahkan surat resmi untuk pencalonan tersebut kepada Thomas Bach. Setelah surat resmi tersebut. saat ini pemerintah Republik Indonesia melalui Wapresnya Bapak Jusuf Kalla melakukan kunjungan resmi ke IOC dan bertemu Thomas Bach untuk menyampaikan keinginan serius Indonesia agar dapat menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. ujar Erick Thohir di Laussane pada keterangan tertulisnya, pada Kamis, 16 Mei 2019.

Erick mengatakan bahwasanya memang keputusan akhirnya baru akan diputuskan pada sidang IOC di tahun 2024 nanti. Akan tetapi, kata dia, setidaknya, kedatangan Wapres RI Jusuf Kalla tersebut mencoba untuk memperlihatkan bahwa sangat seriusnya Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade setelah berhasil dan sukses melaksanakan Asian Games 2018.

Menurut Erick Tohir, sejak kita berhasil menggelar acara Asian Games 2018 dan berhasil mendapat respon yang positif serta pujian dari pelbagai negara, pamor dan nilai Indonesia di mata dunia internasional terus meningkat. Di berbagai ajang juga forum internasional, perwakilan Indonesia sering sekali diundang untuk hadir dan mendapat sorotan dunia.

Ia juga mengatakan, dalam pertemuannya dengan Thomas Bach, JK menyampaikan bahwasanya Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk terbesar ke-4 di dunia dan juga sebagai anggota G-20 dengan status sebagai negara besar yang memiliki nilai pertumbuhan ekonomi yang amat stabil.

Thomas Bach, kata Erick, juga menyampaikan bahwa sanya Indonesia adalah sebuah negara besar dimana telah mampu menunjukkan persahabatan melalui semangat Bhineka Tunggal Ika juga dengan perkembangan ekonomi kita yang terus meningkat saat ini, sehingga yakin sangat pantas kita menjadi kandidat tuan rumah pada Olimpiade 2032 nanti.

Usai pertemuan itu, menurut Erick, langkah kita selanjutnya yang harus dilakukan Indonesia yaitu menyiapkan kelengkapan proposal bidding dan juga memperbanyak ikut dalam even olahraga internasional. “Mulai saat ini hingga 2024 mendatang, kita harus sudah mulai tuk menyiapkan proposal bidding tersebut, yaitu proposal yang berisi rincian sarana dan prasarana dan juga fasilitas apa saja yang akan kita ajukan nanti,” kata beliau.

Contonya, kata Erick, kita ini perlu membangun beberapa kompleks olahraga terbaru yang mengusung teknologi ramah lingkungan dan juga bersinergi dengan hunian para atlet dan juga pusat pendidikan olah raga atau hal sejenis lainnya yang mampu menyaingi fasilitas milik calon tuan rumah Olimpiade yang lainnya